Mereka Bukan Tidak Bijak, Tetapi Cuma Tidak Berpengetahuan

al Filsuf.

Hari ini bermula lembaran baru, tahun baru buat umat Islam seluruhnya, 1 Muharam tahun 1432 Hijrah.  Semoga kita sukses dalam apa jua bidang yang kita ceburi dan dilindungi oleh-Nya.  Selamat tahun baru.

Ada saperkara yang ingin saya kongsikan di sini tentang Maal Hijrah.  Saban tahun kita-di Malaysia khususnya, mengguna pakai logo Maal Hijrah yang sama.  Seperti ini:

Logo Maal Hijrah

Logo Maal Hijrah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada apa dengan logo tersebut?  Cuba anda perhatikan sarang labah-labah tersebut. Kenapa dengannya?  Bolehkah saya katakan yang ia adalah simbol ‘berlindung’ bagi umat Islam?  Tidak?

Ia benar tidak memberi apa-apa makna buat mereka yang tidak berfikir dan memikir tentangnya dan juga tidak berpengetahuan.  Kerana semenjak dahulu, sejak kita di zaman persekolahan, kita telah disajikan dengan cerita-cerita dongeng bahawa labah-labah dan sarangnya telah membantu Nabi Muhammad sewaktu baginda bersembunyi di gua.  Anda pasti tahu tentang kisah cerita tersebut.

Saya bukanlah seorang ‘ahli agama’ untuk mengajar anda semua.  Itu bukan niat saya dan fokus saya tentangnya.  Cuma, mungkin saya sekadar punyai sedikit pengetahuan tentangnya dan ingin berkongsi bersama agar kita dapat sama-sama berfikir.

Mari kita lihat (dengar) apa yang Allah jelaskan dalam surah Al Ankabut, ayat 41 seperti berikut:

“Misal bandingan orang-orang yang menjadikan benda-benda yang lain dari Allah sebagai pelindung-pelindung (yang diharapkan pertolongannya) adalah seperti labah-labah yang membuat sarang (untuk menjadi tempat perlindungannya); padahal sesungguhnya sarang-sarang yang paling reput ialah sarang labah-labah, kalaulah mereka orang-orang yang berpengetahuan.” (Al Ankabut: 41)

 

Sebenarnya, kita diseru agar mencontohi lebah.  Mari kita lihat (dengar) apa yang Allah jelaskan dalam surah Al Nahl seperti berikut:

“Dan Tuhanmu memberi ilham kepada lebah: “Hendaklah engkau membuat sarangmu di gunung-ganang dan di pokok-pokok kayu, dan juga di bangunan-bangunan yang didirikan oleh manusia.” (Al Nahl: 68)

“Kemudian makanlah dari segala jenis bunga-bungaan dan buah-buahan (yang engkau sukai), serta turutlah jalan-jalan peraturan Tuhanmu yang diilhamkan dan dimudahkannya kepadamu”. (Dengan itu) akan keluarlah dari dalam badannya minuman (madu) yang berlainan warnanya, yang mengandungi penawar bagi manusia (dari berbagai-bagai penyakit). Sesungguhnya pada yang demikian itu, ada tanda (yang membuktikan kemurahan Allah) bagi orang-orang yang mahu berfikir.” (Al Nahl: 69)

Jadi, semoga kita semua mendapat syafaat dari-Nya dan sama-samalah kita fikirkan.

Comments
One Response to “Mereka Bukan Tidak Bijak, Tetapi Cuma Tidak Berpengetahuan”
  1. al Filsuf says:

    Saudara, betulkah ejaan ‘dongeng’ tu?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: